Jumat, 22 Mei 2015

Benteng peninggalan Bangsa Portugis di Flores

Mestizo merupakan kosa kata Portugis yang merujuk pada keturunan dari hasil perkawinan antara bangsa Portugis dengan penduduk pribumi atau yang saat ini sering disebut Indo. Contoh mestizo Indonesia yang banyak diketahui adalah masyarakat kampung Tugu di Jakarta –sering juga disebut kaum Mardijkers karena dibebaskan oleh Belanda yang keturunanya sering tampil di berbagai acara dengan group musik keroncong Tugu.

Kamis, 21 Mei 2015

PULAU PADAR MENJADI PESONA BARU UNTUK FLORES

Pulau Padar adalah pulau ketiga terbesar di kawasan Taman Nasional Komodo, setelah Pulau Komodo dan Pulau Rinca. 

UPACARA MASUK MINTA ADAT MANGGARAI (ACARA LAMARAN )


Dasar, tujuan dan bentuk-bentuk perkawinan adat Manggarai


Dasar perkawinan adat Manggarai adalah cinta laki-laki dan perempuan yang ingin dilembagakan dalam sebuah institusi yang bernama keluarga. Dalam beberapa ungkapan digambarkan bagaimana seorang laki-laki memperjuangkan cintanya untuk memperoleh si jantung hati; wa’a wae toe lelo, usang mela toe kira (demi cinta, banjirpun tak dihiraukan, hujan pembawa penyakitpun diacuhkan); bahkan demi cinta, sotor wae botol agu ata mbeko (meminta bantuan dukun untuk menggaet gadis impian).

Rabu, 20 Mei 2015

PULAU LUMBA - LUMBA DI FLores






    Di Indonesia terdapat Pulau yang bentuknya seperti lumba - lumba yang sangat indah di sekitaran Pulau FLores - Nusa Tenggara Timur. Untuk melihat pulau dengan bentuk yang unik, Anda tidak harus pergi jauh-jauh ke luar negeri, Indonesia sudah punya Pulau yang unik yang sangat menakjubkan ini.

Jumat, 24 April 2015

Tarian Ja'i Asal Bejawa Yang Sudah Terkenal


Sampai Saat ini masih terkenal di NTT sebuah tarian yang di sebut Ja'i. Tarian Ini berasal dari Pulau Flores, etnis Ngada - Bejawa. Kata " Ja'i " berasal dari bahasa etnis Ngada yang berarti Tarian.
Tarian ini dirayakan untuk sukacita dari kemualiaan jiwa dan kemerdekaan roh. Tarian ini diadakan di tengah pelataran kampung yang disebut " Wewa Nua " yang dijadikan tempat pemujaan yang sakral. Di tempat ini juga ruang untuk para pemusik Gong- gendang ( go-laba) sebagai pengiring tarian Ja'i.


Kamis, 23 April 2015

Liang Bua, Fosil Homo FLorensis Dan terdapat manusia Kerdil


Liang Bua merupakan peninggalan pra sejarah di Indonesia. Gua ini  adalah salah satu dari banyak gua karst di Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur di Indonesia. Gua ini terletak di Dusun Rampasasa, Desa Liangbua, Kecamatan Ruteng, Kabupaten Manggarai, Provinsi Nusa Tenggara Timur. dan merupakan tempat penemuan makhluk mirip manusia (hominin) baru yang dinamakan Homo floresiensis pada tahun 2001. Liang Bua dalam bahasa Manggarai berarti “gua/lubang sejuk”

Rabu, 22 April 2015

Kampung Bena di Bejawa - Flores, peninggalan Zaman Megalitikum



Desa Bena terletak di sebelah selatan kota Bajawa kabupaten Ngada - Flores. Desa yang berada di dekat gunung Inerie dan dilingkari oleh pegunungan-pegunungan disekitar nya, Desa Bena menjadi satu-satunya kampung yang berada disana. Untuk menuju ke kampung ini, harus menempuh jalan meliuk-liuk ke atas gunung yang  disuguhkan pemandangan yang indah bagaikan lukisan.